Kisah Uttaran : Meethi di Penjara Part 6
Mukhta: Kau sudah kehilangan 1 putrimu dan hari ini kau kehilangan putri yang lainnya. Kita tidak ada hubungan apa2 lagi. Putrimu hanyalah Ambika, bukan aku. Kau bukan ayahku lagi dan aku bukan putrimu lagi.
Mukhta pergi meninggalkan mereka.
Ekadish: Sekarang aku mengerti kau melakukan ini demi putrimu.
Meethi melihat bayangan Ichcha berdiri di depan sel nya. Ichcha menggelengkan kepala meminta Meethi untuk tidak menangis. Meethi menghapus air matanya dan ingin memeluk Ichcha tapi bayangan Ichcha sudah menghilang.
Mukhta akhirnya memberitahu Meethi kalau Ambika adalah putrinya Rathore, Meethi terkejut mendengarnya. Meethi teringat bagaimana Rathore memperhatikan Ambika selama piknik kemarin.
Mukhta: Ambika adalah putri sulungnya. Mungkin Ambika belum tau soal itu. Ayahku tidak mendukungmu. Dia tidak adil padamu. Aku ingin minta maaf padamu atas kesalahannya.
Meethi: Aku percaya pada paman Rathore.
Mukhta: Kau yang akan mendapat hukuman. Apa gunanya mempercayainya?
Pernyataannya membuktikan kalau kau yang bersalah atas kematian Ambika.
Meethi: Aku percaya pada dewa. Dia tau kalau aku tidak jahat. Ambika menyiramkan bensin itu ketubuhnya sendiri. Aku berusaha keras untuk menghentikannya , tapi dia tidak mendengarkanku.
Mukhta: Tapi kenapa dia ingin menghabisi nyawa nya sendiri? Apa dia mengatakan sesuatu? Kau bilang tidak ada orang lain disana, darimana dia mendapatkan bensin itu?
Meethi: Aku tidak tau itu. Dia hanya menelfonku untuk datang kesana. Dia mengancam akan bunuh diri dan membawaku kesana. Alasan dia melakukannya karena aku sudah tau wajah aslinya. Aku sudah tau kalau dia membohongi kami semua dengan kehamilan palsunya. Aku punya rekaman video nya. Dia takut kalau aku akan menunjukkannya pada semua orang dan tidak tau apa yang akan terjadi padanya setelah itu. Dia mencintai Aakash. Dia ingin memiliknya.
Meethi juga menceritakan rekaman video di ponselnya itu pada Aakash, Aakash menanyakan semua barang bukti kepada pengacaranya tapi ponsel Ambika ternyata tidak ada di lokasi kejadian. Aakash berfikir "Kenapa hanya ponsel Ambika yang tidak bisa ditemukan?".
Mukhta menyalakan TV, ia melihat sosok Ambika dalam sebuah berita. Mukhta sangat yakin kalau itu adalah Ambika. Mukhta memberitahu seluruh keluarganya tapi keluarganya masih sedikit ragu. Mukhta kemudian datang ke rumah Bundela untuk menemui Aakash.
Mukhta: Aakash! Aku melihat Ambika di TV!
Aakash: Tubuh Ambika sudah ditemukan dan diidentifikasi.
Mukhta: Aku tau apa yang aku katakan. Itu pasti Ambika. Percayalah padaku. Aku tidak melihat wajahnya dengan jelas tapi aku tidak akan salah mengenalinya. Itu pasti Ambika.
Aakash: Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Aku sudah melihat semua barang buktinya, saree nya, jam tangan emas dan juga ponselnya Meethi, tapi ponsel Ambika tidak ditemukan.
Ekadish merasa ada yang janggal.
Ekadish: Jam tangan emas? Ambika tidak pernah memakai jam tangan! Saat aku memberikan jam tangan di hari pernikahannya dia mengembalikanny a.
.
Mukhta: Kau sudah kehilangan 1 putrimu dan hari ini kau kehilangan putri yang lainnya. Kita tidak ada hubungan apa2 lagi. Putrimu hanyalah Ambika, bukan aku. Kau bukan ayahku lagi dan aku bukan putrimu lagi.
Mukhta pergi meninggalkan mereka.
Ekadish: Sekarang aku mengerti kau melakukan ini demi putrimu.
Meethi melihat bayangan Ichcha berdiri di depan sel nya. Ichcha menggelengkan kepala meminta Meethi untuk tidak menangis. Meethi menghapus air matanya dan ingin memeluk Ichcha tapi bayangan Ichcha sudah menghilang.
Mukhta akhirnya memberitahu Meethi kalau Ambika adalah putrinya Rathore, Meethi terkejut mendengarnya. Meethi teringat bagaimana Rathore memperhatikan Ambika selama piknik kemarin.
Mukhta: Ambika adalah putri sulungnya. Mungkin Ambika belum tau soal itu. Ayahku tidak mendukungmu. Dia tidak adil padamu. Aku ingin minta maaf padamu atas kesalahannya.
Meethi: Aku percaya pada paman Rathore.
Mukhta: Kau yang akan mendapat hukuman. Apa gunanya mempercayainya?
Meethi: Aku percaya pada dewa. Dia tau kalau aku tidak jahat. Ambika menyiramkan bensin itu ketubuhnya sendiri. Aku berusaha keras untuk menghentikannya
Mukhta: Tapi kenapa dia ingin menghabisi nyawa nya sendiri? Apa dia mengatakan sesuatu? Kau bilang tidak ada orang lain disana, darimana dia mendapatkan bensin itu?
Meethi: Aku tidak tau itu. Dia hanya menelfonku untuk datang kesana. Dia mengancam akan bunuh diri dan membawaku kesana. Alasan dia melakukannya karena aku sudah tau wajah aslinya. Aku sudah tau kalau dia membohongi kami semua dengan kehamilan palsunya. Aku punya rekaman video nya. Dia takut kalau aku akan menunjukkannya pada semua orang dan tidak tau apa yang akan terjadi padanya setelah itu. Dia mencintai Aakash. Dia ingin memiliknya.
Meethi juga menceritakan rekaman video di ponselnya itu pada Aakash, Aakash menanyakan semua barang bukti kepada pengacaranya tapi ponsel Ambika ternyata tidak ada di lokasi kejadian. Aakash berfikir "Kenapa hanya ponsel Ambika yang tidak bisa ditemukan?".
Mukhta menyalakan TV, ia melihat sosok Ambika dalam sebuah berita. Mukhta sangat yakin kalau itu adalah Ambika. Mukhta memberitahu seluruh keluarganya tapi keluarganya masih sedikit ragu. Mukhta kemudian datang ke rumah Bundela untuk menemui Aakash.
Mukhta: Aakash! Aku melihat Ambika di TV!
Aakash: Tubuh Ambika sudah ditemukan dan diidentifikasi.
Mukhta: Aku tau apa yang aku katakan. Itu pasti Ambika. Percayalah padaku. Aku tidak melihat wajahnya dengan jelas tapi aku tidak akan salah mengenalinya. Itu pasti Ambika.
Aakash: Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Aku sudah melihat semua barang buktinya, saree nya, jam tangan emas dan juga ponselnya Meethi, tapi ponsel Ambika tidak ditemukan.
Ekadish merasa ada yang janggal.
Ekadish: Jam tangan emas? Ambika tidak pernah memakai jam tangan! Saat aku memberikan jam tangan di hari pernikahannya dia mengembalikanny
.
Ekadish meminta Aakash&Mukhta menunggu sebentar, dia ingin menunjukkan sesuatu. Ekadish kembali membawa 2 foto Ambika.
Ekadish: Ambika tidak memakai jam tangan di foto manapun. Dia memakai gelang di kedua tangannya, tidak ada jam tangan!
Aakash dan Mukhta memperhatikan dengan seksama.
Mukhta: Ada sesuatu yang tidak benar disini. Pertama, Ambika membawa Meethi ke tempat terpencil yang sudah ada bensin disana. Bagaimana bisa itu terjadi?
Aakash: Ambika tidak pernah memakai jam tangan tapi ditemukan jam tangan dipergelangan tangan mayat tersebut. Ponsel Meethi ditemukan tapi ponsel Ambika tidak.
Mukhta: Aku tidak sengaja melihat Ambika di TV. Apa artinya ini? Apakah mayat itu sebenarnya bukan Ambika?
Aakash&Mukhta memeriksa rekaman video berita tersebut tapi rekamannya tidak jelas, mereka sulit melihat wajahnya.
Aakash: Ini mungkin orang lain. Ambika selalu memakai saree. Wanita ini seperti berasal dari kota lain.
Ekadish menyuruh Aakash membesarkan gambarnya tapi tidak bisa.
Mukhta berfikir "Bagaimana caranya agar Aakash mempercayainya?
BACA SELANJUTNNYA
LIKE FP INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA
DAFTAR SINOPSIS TERKAIT
