Kisah Uttaran : Meethi di Penjara Part 5
Aakash: Kau tidak boleh menyerah. Kau adalah putri dari ibu Ichcha yang
tidak pernah menyerah dalam hidupnya. Nani Damini sangat mempercayaimu.
Setiap kali kau merasa lemah ingatlah selalu kata2 Kakekmu, siapa yang
mencoba tidak akan kalah. Kau tidak boleh menjadi lemah seperti ini.
Kalau kau seperti ini, bagaimana bisa aku tetap berdiri tegar?
Meethi akhirnya berdiri dan mendekati Aakash.
Meethi: aku tau itu dan aku juga berusaha untuk mengerti, tapi entah kenapa aku menjadi lemah. Aku tau aku tidak bersalah tapi aku tidak punya bukti.
Aakash mencium wajah Meethi.
Aakash: Kebenaran tidak butuh bukti. Kebenaran akan terbongkar sekeras apapun seseorang menutupinya. Kau tau siapa yang memberikanku kekuatan untuk menghadapi ini semua? Dia adalah ibuku. Dia memberitahu kalau sekarang bukan saatnya untuk menjadi lemah tapi jadilah kuat seperti gunung yang kokoh dan hadapi masalah didepan. Aku ingin melihat Meethi yang tidak pernah menyerah hingga sekarang, yang menggenggam tanganku dan menguatkanku. Apa kau mempercayaiku?
Meethi: Melebihi diriku sendiri.
Aakash: Jangan lupa, kebenaran yang akan menang. Aakash mu pasti akan membawamu keluar dari penjara ini. Aku berjanji. Aku mencintaimu Meethi.
Seorang polisi wanita memaksa Meethi mengakui perbuatannya, polisi itu menyakiti Meethi karena Meethi bersikeras mengatakan bahwa dia tidak melakukan hal itu.
Meethi: Kalian bisa menghukumku sesuka hati kalian tapi aku tidak bersalah! Semua yang aku katakan itu benar!
Polisi itu pergi meninggalkan Meethi.
Meethi: Kau dengar? Aku sama sekali tidak bersalah! Bukan aku yang melenyapkannya.
Dengarkan aku!
Rathore datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya, ia mengatakan apa yang dia lihat (Ambika berteriak" Kenapa kau ingin melenyapkanku, Meethi?").
Polisi: Itu artinya Meethi yang membakar Ambika hidup2?
Rathore: Aku tidak pernah mengatakan itu. Dalam kasus ini ada perbedaan antara "melakukan" dan "kemungkinan". Hanya "kemungkinan" kalau Meethi sudah membakar Ambika hidup2!!
Aakash yang sedang melintas terkejut mendengarnya, ia hanya mendengar bagian terakhir kata2 Rathore. Aakash tidak percaya kalau Rathore tega memberi kesaksian seperti itu.
Damini&Tuan Takhur melihat keadaan Meethi. Damini shock melihat jari2 Meethi lebam karena ulah polisi yang menginterogasin ya.
Meethi: Ini hukuman untukku karena dulu aku tidak mempercayai ibuku. Hari ini aku sangat merindukan ibuku.
Damini: Tidak akan terjadi apa2. Kau akan baik2 saja. Kau tidak bersalah.
Polisi wanita itu berdiri di dekat sel Meethi: Rathore sudah memberikan pernyataan untuk menentang Meethi
Damini&Tuan Takhur shock mendengarnya. Meethi terpaku, ia sudah kehilangan harapan terakhirnya.
Aakash mempertanyakan kesaksian Rathore tadi.
Aakash: Kenapa kau memberikan kesaksian untuk melawan Meethi?
Rathore: Aku hanya mengatakan yang sebenarnya
Mukhta: Ya ayah, kau benar. Sekarang katakanlah yang sebenarnya. Kenapa ayah diam? Katakanlah kenapa kau melakukan itu semua. Kau tidak memberikan pernyataan yang melawan Meethi tapi mengatakan yang sebenarnya demi putrimu karena Meethi hanya "seperti" putri bagimu. Putrimu adalah Ambika.
Aakash: Apa itu benar Tuan Rathore?
Rathore: Ya, itu benar. Ambika adalah putriku.
Mukhta: Ambika adalah putri dari istri pertamanya, untuk membalaskan dendam (karena putrinya dibunuh) dia memberikan kesaksian kepada Meethi yang hanya "seperti" putri baginya.
Rathore: Bukan seperti itu. Kalian bertiga sama bagiku. Aku hanya merasa sedih karena tidak bisa berbuat apa2 pada Ambika. Kau juga putriku.
Mukhta: Kau sudah kehilangan 1 putrimu dan hari ini kau kehilangan putri yang lainnya. Kita tidak ada hubungan apa2 lagi. Putrimu hanyalah Ambika, bukan aku. Kau bukan ayahku lagi dan aku bukan putrimu lagi.
Aakash: Kau tidak boleh menyerah. Kau adalah putri dari ibu Ichcha yang
tidak pernah menyerah dalam hidupnya. Nani Damini sangat mempercayaimu.
Setiap kali kau merasa lemah ingatlah selalu kata2 Kakekmu, siapa yang
mencoba tidak akan kalah. Kau tidak boleh menjadi lemah seperti ini.
Kalau kau seperti ini, bagaimana bisa aku tetap berdiri tegar?
Meethi akhirnya berdiri dan mendekati Aakash.
Meethi: aku tau itu dan aku juga berusaha untuk mengerti, tapi entah kenapa aku menjadi lemah. Aku tau aku tidak bersalah tapi aku tidak punya bukti.
Aakash mencium wajah Meethi.
Aakash: Kebenaran tidak butuh bukti. Kebenaran akan terbongkar sekeras apapun seseorang menutupinya. Kau tau siapa yang memberikanku kekuatan untuk menghadapi ini semua? Dia adalah ibuku. Dia memberitahu kalau sekarang bukan saatnya untuk menjadi lemah tapi jadilah kuat seperti gunung yang kokoh dan hadapi masalah didepan. Aku ingin melihat Meethi yang tidak pernah menyerah hingga sekarang, yang menggenggam tanganku dan menguatkanku. Apa kau mempercayaiku?
Meethi: Melebihi diriku sendiri.
Aakash: Jangan lupa, kebenaran yang akan menang. Aakash mu pasti akan membawamu keluar dari penjara ini. Aku berjanji. Aku mencintaimu Meethi.
Seorang polisi wanita memaksa Meethi mengakui perbuatannya, polisi itu menyakiti Meethi karena Meethi bersikeras mengatakan bahwa dia tidak melakukan hal itu.
Meethi: Kalian bisa menghukumku sesuka hati kalian tapi aku tidak bersalah! Semua yang aku katakan itu benar!
Polisi itu pergi meninggalkan Meethi.
Meethi: Kau dengar? Aku sama sekali tidak bersalah! Bukan aku yang melenyapkannya.
Dengarkan aku!
Rathore datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya, ia mengatakan apa yang dia lihat (Ambika berteriak" Kenapa kau ingin melenyapkanku, Meethi?").
Polisi: Itu artinya Meethi yang membakar Ambika hidup2?
Rathore: Aku tidak pernah mengatakan itu. Dalam kasus ini ada perbedaan antara "melakukan" dan "kemungkinan". Hanya "kemungkinan" kalau Meethi sudah membakar Ambika hidup2!!
Aakash yang sedang melintas
terkejut mendengarnya, ia hanya mendengar bagian terakhir kata2 Rathore.
Aakash tidak percaya kalau Rathore tega memberi kesaksian seperti itu.Meethi akhirnya berdiri dan mendekati Aakash.
Meethi: aku tau itu dan aku juga berusaha untuk mengerti, tapi entah kenapa aku menjadi lemah. Aku tau aku tidak bersalah tapi aku tidak punya bukti.
Aakash mencium wajah Meethi.
Aakash: Kebenaran tidak butuh bukti. Kebenaran akan terbongkar sekeras apapun seseorang menutupinya. Kau tau siapa yang memberikanku kekuatan untuk menghadapi ini semua? Dia adalah ibuku. Dia memberitahu kalau sekarang bukan saatnya untuk menjadi lemah tapi jadilah kuat seperti gunung yang kokoh dan hadapi masalah didepan. Aku ingin melihat Meethi yang tidak pernah menyerah hingga sekarang, yang menggenggam tanganku dan menguatkanku. Apa kau mempercayaiku?
Meethi: Melebihi diriku sendiri.
Aakash: Jangan lupa, kebenaran yang akan menang. Aakash mu pasti akan membawamu keluar dari penjara ini. Aku berjanji. Aku mencintaimu Meethi.
Seorang polisi wanita memaksa Meethi mengakui perbuatannya, polisi itu menyakiti Meethi karena Meethi bersikeras mengatakan bahwa dia tidak melakukan hal itu.
Meethi: Kalian bisa menghukumku sesuka hati kalian tapi aku tidak bersalah! Semua yang aku katakan itu benar!
Polisi itu pergi meninggalkan Meethi.
Meethi: Kau dengar? Aku sama sekali tidak bersalah! Bukan aku yang melenyapkannya.
Rathore datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya, ia mengatakan apa yang dia lihat (Ambika berteriak" Kenapa kau ingin melenyapkanku, Meethi?").
Polisi: Itu artinya Meethi yang membakar Ambika hidup2?
Rathore: Aku tidak pernah mengatakan itu. Dalam kasus ini ada perbedaan antara "melakukan" dan "kemungkinan". Hanya "kemungkinan" kalau Meethi sudah membakar Ambika hidup2!!
Aakash yang sedang melintas terkejut mendengarnya, ia hanya mendengar bagian terakhir kata2 Rathore. Aakash tidak percaya kalau Rathore tega memberi kesaksian seperti itu.
Damini&Tuan Takhur melihat keadaan Meethi. Damini shock melihat jari2 Meethi lebam karena ulah polisi yang menginterogasin
Meethi: Ini hukuman untukku karena dulu aku tidak mempercayai ibuku. Hari ini aku sangat merindukan ibuku.
Damini: Tidak akan terjadi apa2. Kau akan baik2 saja. Kau tidak bersalah.
Polisi wanita itu berdiri di dekat sel Meethi: Rathore sudah memberikan pernyataan untuk menentang Meethi
Damini&Tuan Takhur shock mendengarnya. Meethi terpaku, ia sudah kehilangan harapan terakhirnya.
Aakash mempertanyakan kesaksian Rathore tadi.
Aakash: Kenapa kau memberikan kesaksian untuk melawan Meethi?
Rathore: Aku hanya mengatakan yang sebenarnya
Mukhta: Ya ayah, kau benar. Sekarang katakanlah yang sebenarnya. Kenapa ayah diam? Katakanlah kenapa kau melakukan itu semua. Kau tidak memberikan pernyataan yang melawan Meethi tapi mengatakan yang sebenarnya demi putrimu karena Meethi hanya "seperti" putri bagimu. Putrimu adalah Ambika.
Aakash: Apa itu benar Tuan Rathore?
Rathore: Ya, itu benar. Ambika adalah putriku.
Mukhta: Ambika adalah putri dari istri pertamanya, untuk membalaskan dendam (karena putrinya dibunuh) dia memberikan kesaksian kepada Meethi yang hanya "seperti" putri baginya.
Rathore: Bukan seperti itu. Kalian bertiga sama bagiku. Aku hanya merasa sedih karena tidak bisa berbuat apa2 pada Ambika. Kau juga putriku.
Mukhta: Kau sudah kehilangan 1 putrimu dan hari ini kau kehilangan putri yang lainnya. Kita tidak ada hubungan apa2 lagi. Putrimu hanyalah Ambika, bukan aku. Kau bukan ayahku lagi dan aku bukan putrimu lagi.
Meethi akhirnya berdiri dan mendekati Aakash.
Meethi: aku tau itu dan aku juga berusaha untuk mengerti, tapi entah kenapa aku menjadi lemah. Aku tau aku tidak bersalah tapi aku tidak punya bukti.
Aakash mencium wajah Meethi.
Aakash: Kebenaran tidak butuh bukti. Kebenaran akan terbongkar sekeras apapun seseorang menutupinya. Kau tau siapa yang memberikanku kekuatan untuk menghadapi ini semua? Dia adalah ibuku. Dia memberitahu kalau sekarang bukan saatnya untuk menjadi lemah tapi jadilah kuat seperti gunung yang kokoh dan hadapi masalah didepan. Aku ingin melihat Meethi yang tidak pernah menyerah hingga sekarang, yang menggenggam tanganku dan menguatkanku. Apa kau mempercayaiku?
Meethi: Melebihi diriku sendiri.
Aakash: Jangan lupa, kebenaran yang akan menang. Aakash mu pasti akan membawamu keluar dari penjara ini. Aku berjanji. Aku mencintaimu Meethi.
Seorang polisi wanita memaksa Meethi mengakui perbuatannya, polisi itu menyakiti Meethi karena Meethi bersikeras mengatakan bahwa dia tidak melakukan hal itu.
Meethi: Kalian bisa menghukumku sesuka hati kalian tapi aku tidak bersalah! Semua yang aku katakan itu benar!
Polisi itu pergi meninggalkan Meethi.
Meethi: Kau dengar? Aku sama sekali tidak bersalah! Bukan aku yang melenyapkannya.
Rathore datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya, ia mengatakan apa yang dia lihat (Ambika berteriak" Kenapa kau ingin melenyapkanku, Meethi?").
Polisi: Itu artinya Meethi yang membakar Ambika hidup2?
Rathore: Aku tidak pernah mengatakan itu. Dalam kasus ini ada perbedaan antara "melakukan" dan "kemungkinan". Hanya "kemungkinan" kalau Meethi sudah membakar Ambika hidup2!!
Damini&Tuan Takhur melihat keadaan Meethi. Damini shock melihat jari2 Meethi lebam karena ulah polisi yang menginterogasin
Meethi: Ini hukuman untukku karena dulu aku tidak mempercayai ibuku. Hari ini aku sangat merindukan ibuku.
Damini: Tidak akan terjadi apa2. Kau akan baik2 saja. Kau tidak bersalah.
Polisi wanita itu berdiri di dekat sel Meethi: Rathore sudah memberikan pernyataan untuk menentang Meethi
Damini&Tuan Takhur shock mendengarnya. Meethi terpaku, ia sudah kehilangan harapan terakhirnya.
Aakash mempertanyakan kesaksian Rathore tadi.
Aakash: Kenapa kau memberikan kesaksian untuk melawan Meethi?
Rathore: Aku hanya mengatakan yang sebenarnya
Mukhta: Ya ayah, kau benar. Sekarang katakanlah yang sebenarnya. Kenapa ayah diam? Katakanlah kenapa kau melakukan itu semua. Kau tidak memberikan pernyataan yang melawan Meethi tapi mengatakan yang sebenarnya demi putrimu karena Meethi hanya "seperti" putri bagimu. Putrimu adalah Ambika.
Aakash: Apa itu benar Tuan Rathore?
Rathore: Ya, itu benar. Ambika adalah putriku.
Mukhta: Ambika adalah putri dari istri pertamanya, untuk membalaskan dendam (karena putrinya dibunuh) dia memberikan kesaksian kepada Meethi yang hanya "seperti" putri baginya.
Rathore: Bukan seperti itu. Kalian bertiga sama bagiku. Aku hanya merasa sedih karena tidak bisa berbuat apa2 pada Ambika. Kau juga putriku.
Mukhta: Kau sudah kehilangan 1 putrimu dan hari ini kau kehilangan putri yang lainnya. Kita tidak ada hubungan apa2 lagi. Putrimu hanyalah Ambika, bukan aku. Kau bukan ayahku lagi dan aku bukan putrimu lagi.
BACA SELANJUTNNYA
LIKE FP INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA
DAFTAR SINOPSIS TERKAIT
