Kisah Uttaran : Meethi di Penjara Part 8
Vishnu datang ke ruangan Yuvi untuk membicarakan masalah pekerjaan. Vishnu hendak keluar karena Yuvi tidak ada, tapi tiba2 telfon berdering. Vishnu berfikir mungkin itu telfon penting, dia mengangkatnya untuk memberitahu kalau Yuvi sedang tidak ada ditempat, Vishnu terkejut melihat foto Mukhta diatas meja kerja Yuvi.
Vishnu berfikir "Sepertinya ini foto lama, tapi kenapa ada disini? Sepertinya dia punya niat buruk.Dia pasti sedang merencanakan sesuatu. Aku harus memberitahu Mukhta sekarang juga."
Vishnu lalu mengurungkan niatnya karena Mukhta sekarang sedang bersedih memikirkan nasib Meethi, ia pun membawa foto itu keluar.
Yuvi kembali ke ruang kerjanya, ia terkejut melihat foto Mukhta tidak ada di dalam bingkainya. Vishnu kembali ke ruangan Yuvi.
Yuvi: Datang lagi nanti. Aku sibuk sekarang.
Vishnu: Apa kau sedang mencari sesuatu? Mungkin aku bisa menolongmu?
Yuvi: Apa kau punya pekerjaan yang lebih penting? Untuk apa datang kemari menanyakan itu? Kau bisa pergi sekarang.
Vishnu keluar tapi terus menatap curiga dari pintu kaca.
Vishnu berfikir "Dia bahkan tidak bisa mengatakan apa yang sedang ia cari. Aku yakin niatnya tidak baik. Aku harus mencari tau kenapa dia sangat tertarik pada Mukhta".
Vishnu membuat duplikat kunci ruang kerja Yuvi dan kembali malamnya. Vishnu hampir tertangkap basah saat Yuvi masuk ke ruang kerjanya dalam keadaan mabuk bersama seorang wanita. Syukurlah Yuvi keluar setelah wanita itu merayunya. Vishnu mulai mencari petunjuk lain, dia menemukan foto2 keluarga Tapasya & Ichcha.
Vishnu bicara sendiri "Apa alasan dibalik ini semua? Pasti ada rahasia besar yang disembunyikan".
Vishnu kemudian memotret foto Yuvi menggunakan kamera ponselnya.
Vishnu datang ke rumah Takhur untuk menemui Damini dan menanyakan keadaannya.
Damini: Entah apa yang terjadi padaku. Aku bahkan tidak tau apa Meethi bisa dibebaskan atau tidak.
Tuan Takhur: Vishnu ingin membicarakan sesuatu padamu.
Vishnu memperlihat foto Yuvi di ponselnya.
Vishnu: Apa Nani mengenal orang ini?
Damini: Siapa dia?
Vishnu: Dia adalah orang luar yang kurasa ada hubungannya dengan keluarga ini.
Aakash dibantu pengacaranya memeriksa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, Aakash tidak bisa menemukan jam tangan itu lagi.
Aakash: Dimana jam tangan emas itu?
Polisi: Kau pasti menemukannya di kotak itu kalau memang ada. Bukan kebiasaan kami menyembunyikan barang bukti.
Polisi itu menunjukkan kertas daftar barang buktinya, tapi jam tangan tidak tertulis disana. Aakash merasa ditipu, ia menarik kerah baju polisi tersebut.
Aakash: Pembohong! Kalian semua bekerja sama dalam hal ini! Hingga kemarin jam tangannya ada disini tapi sekarang sudah lenyap. Kau merubah semua berkasnya.
Polisi: Tenanglah atau kau akan berada dibalik jeruji besi.
Pengacara: Jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat kita semakin lemah dalam kasus ini.
Chaubey menemui bawahannya yang membawakan jam tangan tersebut.
Chaubey: Kalau Aakash berhasil mendapatkan jam tangan ini, kasusnya akan jadi berbeda. Aku pastikan jabatanmu akan dinaikkan tahun depan.
Polisi tersebut memberi hormat dan meninggalkan rumah Chaubey.
Chaubey ingin menyembunyikan jam tangan itu di bawah tanaman bunga di halaman rumahnya.
Rathore: Bagaimana kabarmu Dharamvir Chaubey?
Chaubey: Kau?
Rathore: Apa yang sedang kau lakukan?
Chaubey: Aku ingin menanam bunga untuk mengenang Ambika. Aku merindukannya karena ini adalah hari ulang tahunnya. Dia sangat menyukai bunga karena itu aku menanam bunga ini untuk mengingatnya. Aku tidak suka jika seseorang melihatku bersedih.
Rathore: Karena itu kau menyembunyikann ya?
Chaubey: Menyembunyikan apa?
Rathore: Kesedihanmu. Atau ada yang lain? Aku ingin datang hari itu tapi kau dan Sankrant masih sangat terguncang. Aku ingin menanyakan tentang upacara terakhirnya.
Chaubey: Pastikan pembunuhnya mendapatkan hukuman mati. Dia adalah putrimu tapi aku yang membesarkannya seperti putriku sendiri. Sampai saat ini pembunuhnya belum dihukum, lalu bagaimana bisa dia mendapatkan kedamaian.
Setelah Chaubey kembali kedalam rumahnya, Rathore memeriksa bunga yang ditanam Chaubey tadi, ia menemukan jam tangan yang disembunyikan Chaubey.
Aakash mengangkat telfon dari Ambika. Ambika menyanyikan lagu Kaisa Ye Raaz Hai agar Aakash mengenali suaranya.
Aakash: Ambika? Kau?
Ambika: Ya. Ambika. Bagaimana kabarmu dan Meethi? Setelah kau melihatku di kuil, utk apa lagi bersembunyi darimu.
Ambika meminta Aakash utk dtg ke suatu tempat tanpa memberitahu siapapun atau dia baru akan muncul setelah Meethi dihukum gantung.
Beberapa orang penculik dtg ke tempat dimana Aakash menunggu Ambika. Aakash dibawa dengan mata tertutup sampai ke tempat persembunyian Ambika.
Aakash ditinggalkan di sebuah ruangan bersama Ambika.
Ambika: Apa kau dpt masalah dlm perjalanan kemari?
Aakash: Hentikan permainanmu ini! Katakan padaku apa maumu!
Ambika: Sstt.. Tembok juga punya telinga. Apa Meethi hanya mencintaimu? Aku juga mencintaimu dan kau menghancurkan hatiku dlm sekejap.
Aakash: Aku akui ini semua kesalahanku.
Ambika: Ini kesalahan Meethi! Dia yg masuk kedlm hubungan kita. Apa yg ada di dalam diri penyihir itu?
Aakash: Ambika!!
Para penculik masuk ke dalam.
Ambika: Jgn masuk sebelum aku memintanya. Jgn berteriak lagi Aakash. Orang2 ini tdk bisa dipercaya. Dgn perintah utk menyelamatkanku , mereka bisa membakarmu tanpa berfikir panjang.
Aakash: Kegilaan apa ini? Kau sudah menikah dgn Sankrant.
Ambika: Aku tdk peduli dgn Sankrant! Aku menikahinya hanya demi kau. Dia tdk pernah menjadi org yg aku cintai. Aku mencintaimu dan kau mencintai Meethi. Kau harus membuat kesepakatan dgnku, setelah itu baru aku akan muncul kehadapan semua orang. Ceraikan Meethi dan nikahi aku.
Ambika menunjukkan mehendinya.
Aakash: Kau sudah kehilangan akal. Kau fikir aku akan menceraikan Meethi? Dia adalah hidupku. Aku sudah mengucapkan 7 sumpah bersamanya didepan api suci. Aku akan bersamanya hingga nafas terakhirku.
Ambika: Kau meragukan cintaku? Kau tau seberapa jauh aku bisa bertindak? Dlm waktu 4 hari Meethi akan segera dihukum mati. Jika ada yg bisa menyelamatkan Meethi, maka dia hanyalah Ambika. Aku mencintaimu dan akan menunggumu. Kau bisa memutuskannya dalam waktu 4 hari. Waktumu dimulai dari sekarang.
Aakash dikembalikan ketempat semula dgn mata tertutup.
Ambika merayakan ulang tahunnya sendirian, ia menelfon Chaubey dan memberitahu akan segera pulang untuk membicarakan Aakash.
Vishnu datang ke ruangan Yuvi untuk membicarakan masalah pekerjaan. Vishnu hendak keluar karena Yuvi tidak ada, tapi tiba2 telfon berdering. Vishnu berfikir mungkin itu telfon penting, dia mengangkatnya untuk memberitahu kalau Yuvi sedang tidak ada ditempat, Vishnu terkejut melihat foto Mukhta diatas meja kerja Yuvi.
Vishnu berfikir "Sepertinya ini foto lama, tapi kenapa ada disini? Sepertinya dia punya niat buruk.Dia pasti sedang merencanakan sesuatu. Aku harus memberitahu Mukhta sekarang juga."
Vishnu lalu mengurungkan niatnya karena Mukhta sekarang sedang bersedih memikirkan nasib Meethi, ia pun membawa foto itu keluar.
Yuvi kembali ke ruang kerjanya, ia terkejut melihat foto Mukhta tidak ada di dalam bingkainya. Vishnu kembali ke ruangan Yuvi.
Yuvi: Datang lagi nanti. Aku sibuk sekarang.
Vishnu: Apa kau sedang mencari sesuatu? Mungkin aku bisa menolongmu?
Yuvi: Apa kau punya pekerjaan yang lebih penting? Untuk apa datang kemari menanyakan itu? Kau bisa pergi sekarang.
Vishnu keluar tapi terus menatap curiga dari pintu kaca.
Vishnu berfikir "Dia bahkan tidak bisa mengatakan apa yang sedang ia cari. Aku yakin niatnya tidak baik. Aku harus mencari tau kenapa dia sangat tertarik pada Mukhta".
Vishnu membuat duplikat kunci ruang kerja Yuvi dan kembali malamnya. Vishnu hampir tertangkap basah saat Yuvi masuk ke ruang kerjanya dalam keadaan mabuk bersama seorang wanita. Syukurlah Yuvi keluar setelah wanita itu merayunya. Vishnu mulai mencari petunjuk lain, dia menemukan foto2 keluarga Tapasya & Ichcha.
Vishnu bicara sendiri "Apa alasan dibalik ini semua? Pasti ada rahasia besar yang disembunyikan".
Vishnu kemudian memotret foto Yuvi menggunakan kamera ponselnya.
Vishnu datang ke rumah Takhur untuk menemui Damini dan menanyakan keadaannya.
Damini: Entah apa yang terjadi padaku. Aku bahkan tidak tau apa Meethi bisa dibebaskan atau tidak.
Tuan Takhur: Vishnu ingin membicarakan sesuatu padamu.
Vishnu memperlihat foto Yuvi di ponselnya.
Vishnu: Apa Nani mengenal orang ini?
Damini: Siapa dia?
Vishnu: Dia adalah orang luar yang kurasa ada hubungannya dengan keluarga ini.
Aakash dibantu pengacaranya memeriksa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, Aakash tidak bisa menemukan jam tangan itu lagi.
Aakash: Dimana jam tangan emas itu?
Polisi: Kau pasti menemukannya di kotak itu kalau memang ada. Bukan kebiasaan kami menyembunyikan barang bukti.
Polisi itu menunjukkan kertas daftar barang buktinya, tapi jam tangan tidak tertulis disana. Aakash merasa ditipu, ia menarik kerah baju polisi tersebut.
Aakash: Pembohong! Kalian semua bekerja sama dalam hal ini! Hingga kemarin jam tangannya ada disini tapi sekarang sudah lenyap. Kau merubah semua berkasnya.
Polisi: Tenanglah atau kau akan berada dibalik jeruji besi.
Pengacara: Jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat kita semakin lemah dalam kasus ini.
Chaubey menemui bawahannya yang membawakan jam tangan tersebut.
Chaubey: Kalau Aakash berhasil mendapatkan jam tangan ini, kasusnya akan jadi berbeda. Aku pastikan jabatanmu akan dinaikkan tahun depan.
Polisi tersebut memberi hormat dan meninggalkan rumah Chaubey.
Chaubey ingin menyembunyikan jam tangan itu di bawah tanaman bunga di halaman rumahnya.
Rathore: Bagaimana kabarmu Dharamvir Chaubey?
Chaubey: Kau?
Rathore: Apa yang sedang kau lakukan?
Chaubey: Aku ingin menanam bunga untuk mengenang Ambika. Aku merindukannya karena ini adalah hari ulang tahunnya. Dia sangat menyukai bunga karena itu aku menanam bunga ini untuk mengingatnya. Aku tidak suka jika seseorang melihatku bersedih.
Rathore: Karena itu kau menyembunyikann
Chaubey: Menyembunyikan apa?
Rathore: Kesedihanmu. Atau ada yang lain? Aku ingin datang hari itu tapi kau dan Sankrant masih sangat terguncang. Aku ingin menanyakan tentang upacara terakhirnya.
Chaubey: Pastikan pembunuhnya mendapatkan hukuman mati. Dia adalah putrimu tapi aku yang membesarkannya seperti putriku sendiri. Sampai saat ini pembunuhnya belum dihukum, lalu bagaimana bisa dia mendapatkan kedamaian.
Setelah Chaubey kembali kedalam rumahnya, Rathore memeriksa bunga yang ditanam Chaubey tadi, ia menemukan jam tangan yang disembunyikan Chaubey.
Aakash mengangkat telfon dari Ambika. Ambika menyanyikan lagu Kaisa Ye Raaz Hai agar Aakash mengenali suaranya.
Aakash: Ambika? Kau?
Ambika: Ya. Ambika. Bagaimana kabarmu dan Meethi? Setelah kau melihatku di kuil, utk apa lagi bersembunyi darimu.
Ambika meminta Aakash utk dtg ke suatu tempat tanpa memberitahu siapapun atau dia baru akan muncul setelah Meethi dihukum gantung.
Beberapa orang penculik dtg ke tempat dimana Aakash menunggu Ambika. Aakash dibawa dengan mata tertutup sampai ke tempat persembunyian Ambika.
Aakash ditinggalkan di sebuah ruangan bersama Ambika.
Ambika: Apa kau dpt masalah dlm perjalanan kemari?
Aakash: Hentikan permainanmu ini! Katakan padaku apa maumu!
Ambika: Sstt.. Tembok juga punya telinga. Apa Meethi hanya mencintaimu? Aku juga mencintaimu dan kau menghancurkan hatiku dlm sekejap.
Aakash: Aku akui ini semua kesalahanku.
Ambika: Ini kesalahan Meethi! Dia yg masuk kedlm hubungan kita. Apa yg ada di dalam diri penyihir itu?
Aakash: Ambika!!
Para penculik masuk ke dalam.
Ambika: Jgn masuk sebelum aku memintanya. Jgn berteriak lagi Aakash. Orang2 ini tdk bisa dipercaya. Dgn perintah utk menyelamatkanku
Aakash: Kegilaan apa ini? Kau sudah menikah dgn Sankrant.
Ambika: Aku tdk peduli dgn Sankrant! Aku menikahinya hanya demi kau. Dia tdk pernah menjadi org yg aku cintai. Aku mencintaimu dan kau mencintai Meethi. Kau harus membuat kesepakatan dgnku, setelah itu baru aku akan muncul kehadapan semua orang. Ceraikan Meethi dan nikahi aku.
Ambika menunjukkan mehendinya.
Aakash: Kau sudah kehilangan akal. Kau fikir aku akan menceraikan Meethi? Dia adalah hidupku. Aku sudah mengucapkan 7 sumpah bersamanya didepan api suci. Aku akan bersamanya hingga nafas terakhirku.
Ambika: Kau meragukan cintaku? Kau tau seberapa jauh aku bisa bertindak? Dlm waktu 4 hari Meethi akan segera dihukum mati. Jika ada yg bisa menyelamatkan Meethi, maka dia hanyalah Ambika. Aku mencintaimu dan akan menunggumu. Kau bisa memutuskannya dalam waktu 4 hari. Waktumu dimulai dari sekarang.
Aakash dikembalikan ketempat semula dgn mata tertutup.
Ambika merayakan ulang tahunnya sendirian, ia menelfon Chaubey dan memberitahu akan segera pulang untuk membicarakan Aakash.
Aakash datang untuk menemui Meethi.
Meethi: Apa yang ingin kau sampaikan Aakash?
Aakash: Aku ingin bercerai. Ada kepahitan diantara 2 orang kakak dan adik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Aku tidak tau apa kau bisa dibebaskan atau tidak, aku ingin mencari masa depanku sendiri. Apa kau ingin hidupku ikut hancur?
Meethi: Tidak.
Mereka berdua sama2 menangis. Aakash terpaksa menuruti kemauan Ambika demi menyelamatkan Meethi dari hukuman mati.
Ekadish menceritakan keinginan Aakash menceraikan Meethi kepada Mukhta.
Mukhta: Ini tidak mungkin terjadi. Aku akan bicara pada Aakash.
Nani: Pikirkan juga tentang keluargamu. Rathore sendiri yang memberikan pernyataan menentang Meethi dan dia tidak mungkin berbohong.
Mukhta: Aku percaya kalau Meethi tidak mungkin menghabisi nyawa seseorang.
Nani: Ichcha juga masuk penjara karena kasus pembunuhan dan akhirnya putrinya juga melakukan hal yang sama.
Ekadish: Kau membicarakan kasus pembunuhan suamiku dan hari ini aku sendiri yang akan mengatakan bahwa Meethi tidak mungkin menghabisi nyawa orang lain.
Damini & Tuan Takhur shock melihat surat cerai dari Aakash. Meethi mulai hilang harapan, dia bersikap seolah memang melakukan perbuatan itu sangking frustrasinya.
Meethi: Jangan bicara lagi pada Aakash dan memengaruhi keputusannya. Ini salahku karena membakar Ambika hidup2 dan hidup dengan rasa tak bersalah. Aku pantas mendapatkan hukuman ini.
BACA SELANJUTNNYA
LIKE FP INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA
DAFTAR SINOPSIS TERKAIT
